oleh

5 Trik Supaya Tanaman Hias Aglaonema Bunda Laku Dijual Lebih Mahal

LAMBUSI, JAKARTA – 5 Trik Supaya Tanaman Hias Aglaonema Bunda Laku Dijual Lebih Mahal

Mengoleksi dan merawat tanaman hias menjadi hobi yang kian populer bagi masyarakat Indonesia, seiring diterapkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tak sedikit pula orang yang mulai menjamah bisnis tanaman hias karena dinilai menjadi peluang yang menguntungkan di tengah pandemi.

Dari sekian banyaknya tanaman hias yang populer, aglaonema turut di dalamnya, Bunda. Biasa disapa sri rejeki, aglaonema dijuluki sebagai ratu daun yang eksotis.

Bukan tanpa alasan, aglaonema dikenal memiliki daun dengan warna dan corak yang cantik sebagai daya tariknya. Jika dirawat dengan benar ia akan menampilkan dedaunan yang mengilap.

Karena daya tariknya itulah, popularitas aglaonema semakin meningkat dan banyak diburu para pecinta tanaman hias. Harga tanamannya pun ada murah hingga mahal.

Jika Bunda punya banyak tanaman hias aglaonema dan berniat menjualnya, tentu banyak aspek yang harus diperhatikan. Mulai dari tampilan batang hingga daunnya.

Nah, supaya tanaman hias aglaonema Bunda bisa makin cantik serta lebih mahal dijual, ada caranya nih. Dikutip dari buku Aglaonema Teknik Baru, Peluang Baru, berikut ini 5 trik supaya tanaman hias aglaonema Bunda laku dijual lebih mahal.

1. Sibak daun

Tanaman hias yang terlalu rimbun biasanya memiliki daun yang tampak acak-acakan. Ada yang membengkok, arah membalik, atau tumpang tindih.

Hal inilah yang kemudian yang membuat tampilan aglaonema Bunda jadi terlihat kurang menarik. Namun jangan khawatir, tanaman hias bisa tetap dibuat kompak lho.

Caranya juga relatif mudah dan praktis. Dalam setiap minggunya, sibaklah daun-daun dan arahkan keluar untuk memberikan kesempatan daun lainnya mendapatkan sinar matahari.

Bila Bunda menemukan pertumbuhan daun yang belum seragam, seperti ada daun yang besar dan ada yang kecil,  itu bukan menjadi masalah, Bunda. Dalam tempo 3 bulan dedaunan yang kecil dapat mengejar ukuran daun yang lebih besar.

2. Tangkai daun tegak

Aglaonema umumnya memiliki daun rimbun dan kompak yang sangat indah. Namun, keindahan tersebut bisa tertutupi bila daunnya rebah atau menjuntai ke bawah.

Ini disebabkan dari tangkainya yang tidak mampu menahan bobot daun yang lebih meninggi. Hal inilah yang kemudian membuat aglaonema terlihat lunglai.

Untuk mengatasinya, tancapkan stik pada beberapa sisi. Ikat stik itu dengan tali sekaligus untuk menopang daunnya agar tidak menjuntai. Bila tanaman sehat, tangkai itu akan bersifat permanen pada posisi yang tegak dalam waktu 2 hingga 4 minggu.

Selain itu, pertumbuhan yang tidak merata dan berat di satu sisi akibat pencahayaan yang kurang memadai juga kerap membuat aglaonema daun menjuntai, Bunda. Nah, untuk menghindari bentuk yang kurang apik, maka lakukan pemutaran arah setiap 7 hari. Biasanya para pekebun memutar pot 90 derajat setiap seminggu sekali.

3. Remajakan indukan

Penampilan aglaonema umumnya memiliki masa puncaknya pada usia 3 hingga 4 tahun. Setelah itu secara perlahan kualitasnya akan menurun.

Selain karena daunnya yang mulai menua, juga telah terjadi persaingan sesama individu untuk mendapatkan hara dan cahaya matahari. Akibatnya, daunnya mulai banyak menguning, menjuntai, dan tampak penuh sesak.

Agar tak semakin memburuk, maka indukan aglaonema bisa Bunda remajakan. Caranya cukup potong seluruh indukan hingga tersisa bonggol.

Dari bonggolan itu nantinya akan muncul anakan 2 hingga 3 kali lebih banyak. Setelah berumur 1 tahun pun Bunda akan melihat anakan aglaonema yang telah tumbuh prima

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed