oleh

Bagaimana Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek?

LAMBUSIMEDIA.COMKecelakaan di dalam dunia kerja bisa terjadi oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, pemerintah pun menggalakan sebuah lembaga yang khusus menangani hal tersebut bernama Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Lembaga jaminan kesehatan ini baru dimulai pada 1 Juli 2015. Sebelumnya, BPJSTK lebih dikenal dengan nama Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Tidak ada perbedaan diantara BPJSTK dengan Jamsostek sebab keduanya merupakan asuransi bagi para pekerja di Indonesia. Penggalakan program asuransi sosial ini digalakan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurut data yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan sudah ada sekitar 27,3 juta pekerja yang telah terdaftar dari 29 juta jiwa target yang ingin dicapai pada akhir tahun 2018 ini.

Lantas, apa perbedaaan antara BPJSTK dengan Jamsostek? dan apakah pegawai yang telah tercatat di Jamsostek harus daftar ulang di BPJSTK? jawabannya tidak. Sebab, layanan tersebut sejatinya adalah sama namun hanya namanya saja yang berubah. Selama pegawai tersebut memiliki Kartu Peserta Jamsostek (KJP), mereka masih bisa mendapatkan hak klaim atas asuransi yang telah mereka daftarkan sebelumnya.

Cara Mendapatkan Kartu Peserta Jamsostek?

Cara mendapatkan kartu peserta jamsostek sebenarnya sangatlah mudah. Sebab, nomor ini biasanya dimiliki oleh para pegawai yang telah mendaftarkan diri di Jamsostek, program asuransi kesehatan yang kini telah berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Jika Anda belum mempunyai KPJ, silahkan mendaftarkan diri Anda ke BPJSTK dengan cara langsung menuju ke website resminya disini.

Ada beberapa persyaratan yang harus Anda lampirkan ketika mendaftarkan diri sebagai anggota dari BPJSTK, seperti: Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Pas Foto. Jika Anda mendaftarkan diri sebagai perusahaan, jangan lupa untuk melampirkan izin usaha di kolom yang telah disediakan.

Setelah semua berkas lengkap, Anda akan mendapatkan kartu BPSJ atau Jamsostek (pada jaman dulu) lengkap dengan nomor KPJ. Ada sedikit perbedaan KPJ di Jamsostek yakni terdapat 11 digit angka yang terselip beberapa huruf. Di sisi lain, nomor KPJ di dalam BPJSTK, semuanya terdiri dari 11 digit angka tanpa adanya satu huruf. Tak perlu khawatir, sebab klaim tetap dapat Anda lakukan tanpa adanya pengurangan dari saldo yang didapatkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed