oleh

Cara Tepat Hadapi Penagih Utang Pinjaman Online


Berikut Lima Cara Menghadapi Penagihan Debt Collector dengan Cerdas:

1. Tanyakan Identitas Terlebih Dahulu

Kedatangan debt collector tidak seharusnya dihindari, apalagi sampai ditolak. Melainkan, sambut penagih utang dengan sopan sembari menanyakan identitas mereka. Beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang identitas debt collector adalah dari siapa perintah penagihan tersebut diberikan serta kontak pemberi tanggung jawab penagihan tersebut.

2. Minta Tunjukkan Kartu Sertifikasi Profesi

Perlu Anda pahami jika setiap penagih utang atau debt collector yang mendapatkan tugas menagih utang dari pinjaman online harus memiliki sertifikasi APPI atau Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia. Hal tersebut bertujuan agar debt collector mampu menunjukkan bukti aktivitas profesi yang sedang dilakukannya tersebut.

3. Jelaskan Alasan Keterlambatan atau Penunggakan Pembayaran dengan Baik

Menjelaskan alasan mengapa Anda terlambat atau menunggak pembayaran tagihan pinjaman online dengan baik adalah hal yang penting untuk dilakukan. Jelaskan kepada pihak penagih utang bahwa Anda akan segera menghubungi pihak pemberi pinjaman terkait utang-piutang tersebut. Yang terpenting, jangan pernah menjanjikan apapun kepada pihak debt collector hanya demi memperpanjang masa penangguhan pinjaman karena malah bisa membuat proses penagihan menjadi semakin rumit.

4. Cari Tahu Surat Kuasa Penagihan Jika Ada Aktivitas Penyitaan Barang

Surat kuasa adalah bukti jika barang sitaan imbas dari penunggakan pembayaran dapat diambil. Surat kuasa ini wajib diterbitkan oleh penyedia pinjaman online tempat nasabah mengajukan pinjaman. Nah, saat debt collector akan melakukan penyitaan terhadap barang Anda, pastikan untuk meminta bukti surat kuasa atas aktivitas tersebut, ya!

5. Penyitaan Harus Disertai Sertifikat Jaminan Fidusia

Selain surat kuasa, Anda juga perlu melihat adanya sertifikat jaminan fidusia saat terjadi aktivitas penyitaan barang. Penunjukkan sertifikat ini bisa berupa dokumen asli atau salinan. Jika debt collector tak mampu menunjukkan sertifikat jaminan fidusia ini, maka jangan ragu untuk menolak penyitaan atau penarikan barang. (*)

(*) Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed