oleh

Janji PLN yang Juga Belum Terang, Menteri BUMN Harus Turun Tangan

LAMBUSIMEDIA.COM – Janji PLN yang Juga Belum Terang, Menteri BUMN Harus Turun Tangan

Semakin ke timur, Indonesia semakin gelap. Begitu anekdot yang berkembang dari rakyat belahan timur Indonesia, mewakili perasaan akan realitas keseharian bagi persoalan pemenuhan kebutuhan listrik warga. Peristiwa pemadaman listrik yang terus berulang dan terjadi selama bertahun-tahun membuat sebagian rakyat negeri ini  bertanya-tanya, kapan mereka terbebas dari persoalan krisis listrik yang masih kerap terjadi?

Padahal di sebagian wilayah timur tersimpan harta karun nikel Indonesia.  Nikel menjadi bahan baku utama komponen logam baterai listrik yang kini menjadi primadona dunia, seiring dengan pesatnya pertumbuhan teknologi transportasi listrik, dan diprediksi akan terus berkembang pada masa akan datang.

‘Tentu ini sebuah paradoks, layaknya ayam mati di lumbung padi’. Analogi itu disampaikan Anwar Hafid, Bupati Kabupaten Morowali 2007-2018 yang kecewa melihat krisis listrik masih terjadi di Morowali. Padahal, kabupaten ini adalah salah satu penghasil nikel terbesar di Indonesia.

Bagi Anwar Hafid yang kini menjadi anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Tengah, pemerintah tidak boleh tinggal diam menyaksikan realitas yang ada. Ia mendesak kementerian BUMN untuk turun tangan.

“Menteri BUMN harus turun tangan mendesak PLN sebagai salah satu badan usaha negara, agar mengatasi krisis listrik di Morowali, Sulawesi Tengah yang sudah berlarut-larut,” ujarnya.

Jika PLN belum mampu mengatasi persoalan tersebut karena transmisi listrik di Kecamatan Bungku baru rampung sekitar 2023, maka solusinya PLN bisa melakukan amandemen kontrak daya dengan PT IMIP untuk menambah pasokan daya minimal 10 Megawatt.

“Masyarakat sangat menderita dengan kondisi krisis listrik yang terjadi,” tegas Anwar Hafid kepada Readtimes.id.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed