oleh

Usman Balo, Pahlawan dari Sidenreng Sulawesi Selatan

Pembagian wilayah kekuasaan antara kesatuan-kesatuan DI/TII Sulawesi Selatan, ternyata menimbulkan pertentangan intern. Seringkali, akibat operasi yang dilancarkan TNI, pasukan yang satu memasuki wilayah kekuasaan pasukan yang lain.

Bulan Desember 1952, Batalyon Latimojong pimpinan Usman Balo memasuki wilayah Batalyon Rante Mario. Antara kedua pasukan itu terjadi bentrokan fisik.

Kahar Muzakkar menyalahkan Usman Balo. Akibatnya hubungan antara kedua tokoh pemberontak itu mulai retak.

Dalam perkembangan kemudian Usman Balo memutuskan sama sekali hubungannya dengan Kahar, walaupun ia tetap melanjutkan pemberontakannya.

Kemudian pertentangan itu meningkat menjadi pertentangan ideologis. Usman Balo menolak jalan Darul Islam yang dianut Kahar, dan tidak bersedia mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam seperti yang dilakukan Kahar sejak bulan Agustus 1953.

Pertentangan antara keduanya mencapai puncaknya dalam bentuk pertempuran terbuka di Bulu Cenrana (Sidenreng Rappang). Pertempuran terjadi tanggal 14 Desember 1954 dan berlangsung selama tiga hari.

Usman Balo wafat pada tanggal 5 Mei 2006 di usia 88 tahun karena sakit asma di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Mario Rappang, Sidrap.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed