oleh

Penambang Liar Tanpa Izin Di Takalar, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara & Denda Rp. 10 Miliar

lambusimedia.com– TAKALAR – Pencetakan Tambak dan Sawah Dinilai Jadi Kedok Tambang Liar di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2020).

Maraknya tambang galian baik berupa tanah timbunan, pasir campuran atau batu gunung, dengan kedok pencetakan sawah dan tambak, dinilai hanya sebagai modus menjamurnya tambang tak berizin atau tambang liar di Takalar.

Hal ini berdampak pada rusaknya ekosistem dan lingkungan di Takalar. Seperti yang berlokasi di lingkungan Balang dan Kalebalang Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) Kab.Takalar, tambang liar ini sudah membuat kubangan, dan berakibat pengrusakan hutan dan lingkungan.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) Cabang Kabupaten Takalar, Sahabuddin Jaya.

“Banyak pencetakan sawah dan pencetakan tambak itu hanya modus, karena sebenarnya ini tambang liar atau ilegal, yang tak memiliki perizinan sesuai yang telah di tentukan oleh UU,” ungkap sahabuddin Jaya.

“Banyaknya oknum tak bertanggung jawab menjadi penambang liar, yang hanya memikirkan keuntungan semata, yang mengakibatkan rusaknya lingkungan, dan masyarakat setempat menanggung dari sebuah kesalahan orang yang tak bertanggung jawab,” pungkas Sahabuddin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed