oleh

Proyek Strategis Nasional ditetapkan Pemerintah sebanyak 201 proyek dengan Nilai Rp 4.809,7 Triliun

LAMBUSI, JAKARTA – Proyek Strategis Nasional ditetapkan Pemerintah sebanyak 201 Proyek dan 10 Program yang mencakup 23 Sektor, dengan total nilai investasi sebesar Rp 4.809,7 triliun.

Hal itu sesuai dengan ketetapan dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020.

Proyek dan Program Strategis Nasional tersebut memperoleh pembiayaan yang bersumber dari APBN/APBD, BUMN, dan/atau Swasta.

“Perpres Nomor 109 Tahun 2020 selain menetapkan 201 PSN, juga mencakup pengembangan 10 PSN, yang sangat diperlukan.

Guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/11/2020).

Program strategis nasional tersebut memperluas ruang lingkup dari PSN sebelumnya yang hanya mencakup 3 program, menjadi 10 program yang keseluruhannya mencakup :

Program Pembangunan Infrastruktur Ketanagalistrikan, Program Pemerataan Ekonomi, Program Pengembangan Kawasan Perbatasan, dan Program Pengembangan Jalan Akses Exit Tol.

Selain itu Program Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Program Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Program Pembangunan Smelter, dan Program Peningkatan Penyediaan Pangan Nasional (Food Estate).

Adapula Program Pengembangan Superhub dan Program Percepatan Pengembangan Wilayah.

Beberapa materi pokok dan substansi pengaturan dalam Perpres yang ditambahkan, ditujukan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Harapannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan pusat, antara lain terkait dengan Perizinan PSN, Pemberian stimulus kepada PSN (tarif 0 persen untuk BPHTB atas PSN), dan PSN harus mengutamakan penciptaan lapangan kerja.

PSN tersebut juga mendapatkan kemudahan lebih lanjut yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta peraturan-peraturan turunannya.

Dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian nasional dan meningkatkan pengangguran, pembangunan PSN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengestimasikan penciptaan lapangan kerja langsung dari pekerjaan konstruksi sebanyak 878 ribu tenaga kerja pada 2021 dan 938 ribu tenaga kerjapada 2022.

“Pada 2021, kita akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 Proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp 464,6 triliun. Percepatan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemulihan industri dan pariwisata,” ujar Airlangga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed